Advertisement

Responsive Advertisement

Aba, Kok Kita Gak Punya Mobil?

Siang itu cerah ketika ashraf duduk di pangkuan saya. Kami sedang dalam perjalanan menuju halte bus jalan Elang, naik taksi online.


Ashraf mengamati semua hal yang ada di jalanan. Pak supir taksi fokus menyetir.


“Aba” tanya Ashraf tiba-tiba, “kok kita ga punya mobil?”


Sebuah pertanyaan filosofis khas anak empat tahun. Dalam sehari, ia akan mengajukan seribu pertanyaan mengapa.


Saya melihat pak supir dengan ujung mata. Ressa memasang telinga untuk mendengar jawabannya.


“Ga punya mobil itu normal” bisik saya, “kalau Ashraf pengen punya mobil, Ashraf udah berdoa belum?”


“Udah” jawab Ashraf pendek.


“Kalau udah berdoa” jawab saya,” tunggu aja. Kalau Allah mau kasih kita mobil baru, mungkin besinya sedang ditambang, atau mungkin sekarang rangkanya sedang dirakit.”


Ashraf tak menjawab. Saya tak tahu apakah ia mengerti atau tidak.


“Kalau Allah mau kasih kita mobil bekas” lanjut saya, “mungkin sekarang mobilnya sedang dipakai pemiliknya.”


Ashraf masih melempar pandangannya ke luar jendela. Dari jarak 100 meter, halte bus menunggu kami. Saya mengajak Ressa dan anak-anak berpindah kendaraan.


Suatu hari, mungkin Ashraf dewasa dan membaca tulisan ini. Aba ingin sampaikan bahwa, kendaraan itu penting. Sangat penting.


Namun, ada yang lebih penting lagi.

Yaitu, tujuan.


Berkendara motor dari Cibeureum ke Cibiru Bandung


Posting Komentar

0 Komentar