Advertisement

Responsive Advertisement

Stiker Emas, Stiker Abu-abu

Siang itu, kami mengunjungi Gramedia Purnawarman Bandung.

Setelah naik ke lantai tiga, tak butuh waktu lama untuk Ressa dan Aysel menghilang ke lorong buku cerita anak Muslim. Sementara Ashraf duduk di lantai dengan buku barunya; meninggalkan saya sendirian di lorong buku anak berbahasa Inggris.

Dari jarak setengah meter, sebuah buku menarik perhatian saya.

"You are Special" judul buku itu.

Saya membuka halaman pertama. Cerita anak dari Amerika. Saya tak bisa berhenti membacanya hingga menyelesaikan bukunya.

Dalam perjalanan menuju kasir, saya menceritakan isi buku itu pada Ressa. Tentang para Wemmick, tentang validasi sosial, harga diri dan fokus orang-orang di abad ini.

Sekalipun saya tak setuju dengan seluruh isinya, tapi saya suka ide besarnya. Jadi, saya ingin tuliskan di sini.

You Are Special

Di sebuah desa kecil, hiduplah banyak boneka kayu yang disebut Wemmick. Mereka semua, dibuat oleh seorang pengrajin kayu yang baik hati bernama Eli.

Setiap pagi, para Wemmick memiliki kebiasaan yang aneh. Mereka berjalan berkeliling sambil membawa dua macam stiker. Stiker berbentuk bintang berwarna emas, dan stiker berbentuk titik berwarna abu-abu.

Kalau ada Wemmick yang pandai, cantik, kuat, atau melakukan sesuatu dengan hebat, mereka akan menempelkan bintang emas.

Namun kalau ada yang ceroboh, gagal, terlihat jelek, atau melakukan kesalahan, mereka akan menempelkan titik abu-abu.

Lama-kelamaan, semua Wemmick mulai percaya bahwa jumlah stiker di tubuh mereka menunjukkan seberapa berharganya diri mereka. 

Di desa itu ada seorang Wemmick bernama Punchinello.

Ia bukan boneka yang hebat. Ia sering tersandung saat berjalan. Kadang ia menjatuhkan barang yang sedang dibawanya. Cat di tubuhnya pun mulai memudar.

Setiap kali melakukan kesalahan, ada saja yang menempelkan titik abu-abu di tubuhnya.

Semakin banyak titik yang ia terima, semakin sedih hatinya.

Aku memang tidak istimewa,” pikir Punchinello.

Karena merasa dirinya tidak mampu, ia menjadi takut mencoba hal-hal baru. Dan karena takut, ia semakin sering gagal. Akibatnya, semakin banyak lagi titik abu-abu yang menempel di tubuhnya.

Suatu hari, Punchinello melihat seorang Wemmick yang berbeda.

Namanya Lucia.

Yang membuat Punchinello heran, tubuh Lucia bersih. Tidak ada bintang emas, dan tidak ada titik abu-abu.

Beberapa Wemmick mencoba menempelkan stiker kepadanya.

Aneh sekali.

Bintang itu jatuh.

Titik itu juga jatuh.

Bagaimana bisa?” tanya Punchinello.

Lucia tersenyum.

Aku setiap hari pergi menemui Eli.”

Siapa Eli?”

Eli adalah pembuat kita.”

Punchinello ragu-ragu, tetapi akhirnya ia memberanikan diri pergi ke bengkel Eli.

Saat pintu terbuka, Eli langsung menyambutnya.

Halo, Punchinello. Senang sekali kamu datang.”

Punchinello terkejut.

Eli tahu namanya.

Ia mengira Eli akan kecewa melihat tubuhnya yang penuh titik abu-abu.

Namun Eli justru memandangnya dengan penuh kasih sayang.

Punchinello berkata pelan, “Semua orang memberiku titik. Kurasa aku memang tidak berharga.”

Eli menggeleng.

Punchinello, mereka hanya memberi stiker berdasarkan apa yang mereka lihat.”

Lalu… apakah mereka benar?”

Tidak.”

Kalau begitu, siapa yang benar?”

Eli tersenyum.

Aku yang membuatmu. Aku mengenalmu. Bagiku, kamu sangat berharga.

Punchinello masih belum benar-benar mengerti.

Eli melanjutkan, “Stiker hanya akan menempel selama kamu mempercayainya. Jika kamu lebih percaya pada apa yang Kukatakan tentangmu daripada apa yang dikatakan orang lain, stiker itu akan kehilangan kekuatannya.”

Sebelum Punchinello pulang, Eli berkata lagi,

Ingatlah selalu, kamu istimewa. Bukan karena banyaknya bintang yang kamu miliki, dan bukan karena sedikitnya titik yang kamu terima. Kamu istimewa karena aku yang membuatmu.”

Punchinello pulang sambil terus memikirkan kata-kata itu.

Perlahan, ia mulai percaya.

Dan saat itulah…

Salah satu titik abu-abu di tubuhnya terlepas.

Bukan karena semua orang berubah.

Bukan juga karena ia tiba-tiba menjadi sempurna.

Tetapi karena ia mulai percaya bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh penilaian orang lain, melainkan oleh yang Pencipta yang mengenalnya dan menyayanginya.

Saya ingin mengutip ayat al Quran. Penguat bahwa harga diri kita tidak ditentukan oleh penilaian manusia.

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. (QS Al Hujurat : 13)


Saya kalau jadi boneka kayu. Dibuat oleh Gemini.


jika anda ingin membuat gambar seperti ini, unggah foto anda di gemini kemudian masukan prompt :


Gunakan foto yang saya unggah sebagai referensi utama. Ubah saya menjadi boneka kayu bergaya Wemmick yang hangat dan penuh karakter. Pertahankan wajah saya agar tetap mudah dikenali, tetapi ubah tubuh menjadi boneka kayu dengan tekstur kayu yang halus, tangan dan kaki sederhana, serta ekspresi yang lembut dan polos. Tempatkan saya di dalam bengkel kayu yang hangat dengan meja kerja, perkakas kayu, serutan kayu, dan cahaya matahari keemasan yang masuk melalui jendela. Tambahkan beberapa stiker berbentuk bintang emas dan titik abu-abu pada pakaian dan tubuh sebagai simbol penilaian orang lain. Beberapa stiker tampak jatuh ke lantai untuk melambangkan bahwa penilaian orang lain mulai kehilangan pengaruhnya. Gaya ilustrasi buku cerita anak yang hangat, sinematik, penuh harapan, dengan tekstur seperti ilustrasi cat digital berkualitas tinggi.


Subjek berada di sisi kiri dengan framing medium shot. Warna hangat (cokelat, krem, madu), pencahayaan lembut, detail tinggi.



Posting Komentar

0 Komentar